Sedekah Tathowwu’

Sedekah Tathowwu’ (yang tidak wajib)

Nabi shallallahu’alaihi wassallam bersabda:

Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yaitu; Seorang imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat perbuatan keji lalu ia menolak seraya berkata, ‘Aku takut kepada Allah.’ Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya.Dan yang terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berdzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam kesunyian.” (Muttaqfaun alaih)

Penjelasan:

Sebagaimana nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

Sedekah itu adalah bukti (keimanan)”.

Manusia dengan logikanya pada dasarnya tidak ingin mengeluarkan hartanya tanpa imbalan. Jika ia mengeluarkan uang, maka ia menginginkan barang atau pun jasa sebagai gantinya. Namun seseorang yang yang beriman, percaya kepada Allah, percaya dengan apa yang Allah janjikan kepadanya, maka ia akan nerani mengeluarkan hartanya dengan imbalan dikemudian hari sesuai dengan keimanannya. Allah berfirman:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Qs.al-Baqarah:261)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa bersedekah dengan separuh biji kurma dari penghasilan yang baik, dan tidak ada yang naik kepada Allah kecuali amal yang baik, maka Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya untuk pelakunya sebagaimana salah seorang diantara kalian merawat kuda piaraannya hingga sebesar gunung.” (HR.Bukhari).

Nabi shallallahu’alaihi wassallam bersabda:

Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yaitu; Seorang imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat perbuatan keji lalu ia menolak seraya berkata, ‘Aku takut kepada Allah.’ Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Dan yang terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berdzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam kesunyian.” (Muttaqfaun alaih)

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa nanti aka nada suatu hari, yang tidak ada naungan ketika itu kecuali naungan Allah subhaanahuwata’aala, yaitu pada hari kiamat, dimana jarak matahari hanya 1 mil, mil bisa berarti alat untuk menggunakan celak mata, atau mil ukuran jarak. Keadaan manusia saat itu sangat dekat dengan matahari, orang-orang tenggelam dengan keringat mereka. Akan tetapi ada tujuh golongan yang medapatkan naungan ketika itu, tidak merasakan panas ketika itu, karena naungan Allah subahaanahuwata’aalaa. Diantara tujuh golongan itu adalah

Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya”.

Pada dasarnya sedekah yang paling utama adalah dengan tersembunyi. Allah berfirman:

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs.al-Baqarah:271)

Sehingga sedekah yang paling utama adalah dengan tersembunyi, orang-orang tidak melihat, sehingga keimanannya kepada Allah semakin sempurna, ia berbuat bukan karena ingin dilihat manusia, tetapi ia berbuat karena Allah, dan untuk apa yang akan Allah berikan nanti diakhirat.

Keadaan orang yang bersedekah ada tiga:

Pertama, orang yang sedekah karena riya’ atau ingin dilihat orang, yang bersedakah dengan berharap agar orang-orang memujinya bahwa ia adalah orang yang dermawan. Hal ini tentu perbuatan dosa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim nabi shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa ada 3 golongan manusia yang akan pertama kali dimasukkan ke dalam neraka, salah satunya adalah seseorang yang bersedekah dengan niat agar orang-orang menyebutnya sebagai orang yang dermawan. Tujuan seperti ini akan didapatkan di dunia, namun di akhirat ia tidak akan mendapatkan apa-apa.

Kedua, seseorang yang bersedekah semata-mata mengaharap ridha Allah, maka orang yang seperti ini adalah orang yang beruntung, ia mendapatkan pahala dari Allah di akhirat, bahkan ia mendapatkan gantinya juga di dunia. Allah subhaanahuwata’aalaa berfirman:

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya”. (Qs.Saba’:39)

Ketiga, seseorang yang bersedekah karena Allah dan agar dapat balasan di dunia sebagaimana yang telah Allah janjikan. Para ulama menjelaskan orang yang seperti ini akan mendapatkan balasan di dunia, dan tidak mendapatkan apa-apa di akhirat, dan ia tidak berdosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *